Pernah ku rasakan hangatnya tatapanmu
Jelas terkenang manis senyum bibirmu
Ketika semua masih utuh
Ketika kau masih bisa ku sentuh
Takkan pernah ku lupakan senja kala itu
Darahku berdesir, mengalir deras di seluruh tubuh
Hati tak bisa mungkir, kau begitu memikatku
Saat lembut tanganmu menyentuhku
Saat kau jabat tanganku, kau ucapkan namamu
Pernah ku rasakan dinginnya malam
Saat kau berlalu dalam diam
Tanpa kata, tanpa titik koma
Meninggalkanku dengan ribuan tanda tanya
Takkan pernah ku mengerti
Arti diam dalam raut wajahmu
Tak ada lagi hangat mentari
Apalagi canda tawamu
Semua hilang, semua berlalu
Waktu terus berjalan, dan sudah terlalu jauh
Senyummu mulai menyakitkan,
Ku harus mulai melupakanmu
________________
August 19, 2011